Penyakit Excusitis
Kalau kita berpikir sukses,yang kita pelajari adalah orang-orang, kita akan mempelajari orang-orang dengan seksama untuk menemukan,dan kemudian menerapkan prinsip-prinsip sukses. Dikehidupan kita tanamkan studi tentang orang-orang maka kita akan menemukan orang-orang yang tidak sukses yang menderita penyakit pikiran, penyakit itu ita namakan “Excusitis” merupakan penyakit kegagalan. Setiap kegagalan mengandung penyakit ini dalam keadaan yang sangat parah dan setiap orang “umumnya” sekurang-kurangnya terjangkit dalam penyakit ini.Kita ketahui bahwa “Excusitis” memberi penjelasan perbedaan antara yang berhasil dan yang kurang berhasil. Semakin sukses seseorang ,semakin kurang ia mencari alasan-alasan (excuse). Itulah sebabnya penyakit ini dinamakan“Excusitis”.Tetapi orang yang kurang berhasil, gagal karena tidak ada rencana kemana ia harus pergi selalu punya alasan. Pelajarilah kehidupan orang-orang yang mecapai sukses, maka kita akan menemukan semua alasan yang diketengahkan oleh mereka yang tidak sukses. Boleh jadi ada, tetapi tidak disebut oeh orang-orang yang sukses, sekali korban penyakit kegagalan ini memilih “alasan yang tepat” maka ia membuat alasan ini sebagai pengangan, kemudian ia percayakan alasan tersebut untuk menjelaskan pada diri sendiri dan orang lain mengapa ia tidak maju-maju dan setiap kali ia mengajukan alasan itu maka alasan itu makin menghujam alam bawah sadarnya. Mula-mula penderita penyakit Excusitis itu sadar bahwa alasannya tidak benar akan tetapi makin diulangi makin yakinlah dia bahwa alibinya itu merupakan alasan yang sebenarnya dari kegagalan.Excusitis muncul dalam berbagai bentuk tapi bentuk yang parah dari penyakit ini ada 4 (empat) yakni : Excusitis kesehatan, Excusitis Intelegensi, Excusitis umur dan Excusitis Nasib. Kita akan mencoba untuk menghilangkan satu persatu penyakit tersebut
1. Excusitis Kesehatan
Pertama tama tanamkan dalam hati anda “saya akan terus hidup hingga mati” . saya tidak akan mencampur adukkan hidup dan mati, selama saya didunia ini saya akan terus menerus hidup.”Setiap menit orang prihatin tentang mati,ia mati selama satu menit itu”. Empat hal yang bisa kita lakukan untuk penyakit Excusitis Kesehatan ini yaitu :
- Jangan berbicara tentang kesehatan anda karena termasuk dalam kebiasaan buruK. Makin banyak anda berbicara tentang suatu penyakit, makin parah penyakit itu jadinya. Mungki ada yang sedikit bersimpati kepada orang yang suka mengeluh akan tetapi tidak ada yang menghargai atau menghormatinya.
- Jangan mau mencemaskan kesehatan anda.
- Bersyukurlah bahwa kesehatan anda sebaik sekarang ada ungkapan kuno yang bagus untuk diingat : “saya kecewa karena sepatu saya rusak tetapi kekecewaan itu hilang setelah saya melihat orang yang tak mempunyai kaki
- Sering ingatkan diri anda “bahwa lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur” hidup ini untuk dinikmati jangan pikirkan anda akan terlentang diranjang rumah sakit.
2. Excusitis Intelegensi
Kebanyakan dari kita melakukan dua kesalahan dasar mengenai intelegensi kita yakni :
- Merendahkan kekuatan otak kita
- Terlalu menganggap hebat intelegensi orang lain
Karena kesalahan – kesalahan itu maka orang sering menganggap dirinya kurang berharga mereka tidak kuasa menangani situasi yang berat karena merasa otaknya tidak sampai. Yang menjadi persoalan sebenarnya bukan berapa banyak intelegensi yang kita dipunyai tetapi bagaimana cara menggunakan intelegensi itu. Pikiran atau cara berpikir yang membimbing kita jauh lenih penting dariu jumlah intelegensi yang kita punya. Dengan sikap yang positif optimis dan kooperatif orang yang mempunyai IQ 100 akan berpenghasilan lebih besar, mendapat kehormatan lebih tinggi daripada orang yang sikapnya negative, pesimistis dan tidak kooperatif meski dengan IQ 120. Menekuni suatu bidang tugas, proyek sampai selesai dengan tuntas jauh lebih baik dan menguntungkan daripada intelegensi yang bermalas-malasan meskipun intelegensinya itu jenius. Dalam suatu kisah dari Einstein: orang bertanya kepada Einstein “berapa mil satu kilometer itu?” Einstein menjawab : “saya tidak tahu, mengapa mengisi otak dengan fakta yang mudah ditemukan dalam kamus!” . Contoh lain berasal dari cerita Henry Ford yang terlibat dalm perkara penghinaan oleh Chicago Tribune. Surat kabar itu menamakan Ford Igroramus(tidak tahu apa-apa)dan Ford orang yang terhormat berkata “coba buktikan”. Tribune mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat mudah seperti “kapan perang revolusioner berlangsung?” dan lain-lainnya yang Ford tidak bisa menjawab karena pendidikan formil yang kurang. Tetapi dengan santai Ford menjawab : “ saya tidak tahu pertanyaan itu, akan tetapi saya bisa mendapatkan orang yang bisa menjawabnya dalam waktu lima menit”. Dari cerita tersebut diatas dapat ditatrik kesimpulan “Lebih baik menggunakan otak untuk berpikir daripada untuk menyimpan fakta-fakta”. Ada 3 (tiga) cara untuk menyembuhkan penyakit Excusitis Intelegensi yaitu :
- Jangan meremehkan kecerdasan anda sendiri, jangan menganggap terlalu tinggi kecerdasan orang lain. Pusatkan pengetahuan anda kepada apa yang anda miliki, temukan bakat anda yang unggul ingat bukan jumlah otak yang anda punyai yang penting tetapi yang berharga adalah cara anda menggunakan otak anda.
- Sikap anda lebih penting dari kecerdasan anda. Praktekkan sikap positif anda, lihat sebab anda bisa melakukan sesuatu bukan sebaliknya, gunakan cara untuk mencapai kemenangan tidak untuk membuktikan bahwa anda gagal atau kalah.
- Kecakapan berpikir jauh lebih penting daripada kecakapna mengingat fakta.
3. Excusitis Umur
Umur muda adalah rintangan kalau dirasakan demikian terkadang anda mendengar pekerjaan tertentu yang membutuhkan kedewasaan dan kematangan. Yang penting dan perlu adalah sampai dimana anda menguasai pekerjaan anda umur tidak ada hubungannya dengan kecakapan sikap untuk menyembuhkan Excusitis ini adalah :
- Pandanglah umur anda yang sekrang secara positif “saya maih muda” bukan “ saya sudah terlalu tua”
- Hitung berapa banyak tahun produktif yang anda punya. Ingat orang yang berusia 30 tahun masih mempunyai 50 persen dari masa produktifnya dan yang berusia 50 tahun masih tersisa 40 persen. 40 persen yang paling bagus dari kesempatan anda. Hidup ini sesungguhnya lebih panjang daripada yang kebanyakan orang bayangkan.
- Usahakan agar hari depan anda pergunakan untuk hal-hal yang anda ingin lakukan.
4. Excusitis Nasib
Kita sering mendengar dan melihat peristiwa kecelakaan dilayar televise, menurut data hamper 40.000 jiwa orang kecelakaan setiap tahunnya dijalan raya dan ini terjadi karena kegagalan manusiawi atau mekanisme atau kegagalan keduanya. Tidak ada “kecelakaan yang sebenarnya”. Pada zaman dahulu orang bijak berkata: “ ada sebab untuk setiap kejadian tidak ada suatu peristiwa tanpa sebab”. Tidak ada kebetulan tentang cuaca sekarang ini, cuaca adalah akibat dari sebab-sebab tertentu dan tidak ada alasan untuk percaya bahwa peristiwa manusia itu merupakan pengecualian. Namun selalu saja ada orang yang mengatakan sesuatu hal terjadi karena “nasib buruk” hanya sedikit yang mengatakan bahwa sukses orang lain disebabkan oleh “nasib baik”.Excusitis Nasib ini dapat kita atasi dengan cara :
- Akuilah adanya hokum sebab akibat, periksa baik-baik apa yang disebut “beruntung” pada seseorang maka anda akan temukan persiapan, rencana dan berpikir produktif yang mewakili “keberuntungannya”. Mr. Success bila mengalami kemunduran ia akan mendapat pelajaran dan mengambil keuntungan dari kemunduran itu, sedangkan Mr. Gagal biasanya kalah ia gagal untuk belajar.
- Anda jangan dikuasai oleh “wishful thinking” yang pikirannya berdasarkan keinginan bukan kenyataan, jangan buang waktu dengan bermimpi dan melamun dan mengira bisa mendapatkan sukses tanpa usaha dan jerih payah, pusatkan pikiran dan tenaga anda untuk kembangkan sifat didalam diri yang akan membuat anda menjadi seorang pemenang.
Semoga apa yang telah ditulis diatas bisa menjadi dasar kita semua menuju puncak kesuksesan. Sekian dan terima kasih.
Diambil dari buku : berpikir dan berjiwa besar
Oleh: Dr. DJ. Schwartz












Tinggalkan Balasan